Informasi

321292_10151336014811445_488774913_n
Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Tawur Tabuh Gentuh, Menawa Ratna di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Purnamaning Sasih Kewulu, Saniscara Keliwon 26 Januari 2013. Bagi para semeton/umat sedharma yang ingin mapunia dalam bentuk uang tunai atau barang (komsumsi, banten, alat-alat upacara) silakan hubungi :

Griya Reka Bhuwana Jl Gunung Agung No. 189 Padang Sambian, Denpasar.
Telp. (0361) 7441908 (I Wayan Mustika Subawa) atau (0361) 8433555 (Ida Pandita Mpu Jaya Saniyasa Tenaya).

Sekilas tentang Pura Catur Lawa Ratu Pasek

Pura Catur Lawa Ratu Pasek adalah salah satu dari empat pura catur lawa yang ada di Pura Besakih, dimana pura ini merupakan pura penyade dari Pura Catur Lokha Phala yakni Pura Gelap yang merupakan sthana Dewa Iswara. Berdasarkan namanya, Pura Catur Lawa berasal dari kata Catur yang berarti empat dan lawa berarti daun. Dikatakan sebagai penyade Pura Catur Lokha Phala, hal ini berkaitan dengan struktur Pura Besakih yakni mengusung konsep Padma Bhuwana. Untuk Pura Catur Lokha Phala sendiri berasal dari kata Catur yang berarti empat, lokha berarti tempat dan phala yang berarti buah. Kedelapan pura inilah yakni Pura Catur Lawa & Pura Catur Lokha Phala menjadi penyangga Pura Penataran Agung Besakih yang berada di tengah-tengah.

Selain itu, keberadaan Pura Catur Lawa Ratu Pasek berkaitan erat dengan kedatangan salah satu Panca Tirtha/Panca Pandita ke Bali. Beliau adalah Mpu Semeru, brahmana yang kedua dari Panca Tirta. Panca Tirtha merupakan lima brahmana yang berjasa terhadap perkembangan agama hindu di Bali. Kelima Brahmana tersebut antara lain : Mpu Gnijaya, Mpu Semeru, Mpu Ghana, Mpu Kuturan/Mpu Rajakretha dan terakhir Mpu Bharadah. Mpu Semeru sendiri tiba di Bali pada hari Jum,at kliwon, wara pujut hari purnamaning sasih kawulu, tahun saka 921 (tahun 999 Masehi). Beliau menjalani hidup brahmacari (tidak kawin seumur hidup). Maka dari itu Pura Catur Lawa Ratu Pasek juga berfungsi sebagai Pura Dang Kahyangan, yakni pura yang difungsikan untuk menghormati jasa-jasa para pandita atau orang suci.

Disamping fungsinya sebagai Pura Catur Lawa dan Pura Dang Kahyangan, Pura Catur Lawa Ratu Pasek juga memiliki fungsi sebagai Pedharman Pasek pretisentana Mpu Gnijaya (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi) dan Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah . Keterkaitannya sebagai Pedharman Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi jelas disebutkan dalam Bhisama Pasek dan keterkaitannya dengan Mpu Dryakah/Mpu Kamareka dikarenakan beliau, Mpu Semeru berjasa mengangkat putra dharma (putra yang lahir dari proses kebrahmanan) dari penduduk Bali Mula, yang sesudah apodghala bergelar Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah. Selanjutnya Mpu Dryakah inilah menurunkan warga Pasek Kayu Selem, Pasek Celagi, Pasek Tarunyan, dan Pasek Kayuan. Sehingga kesimpulannya, Pura Catur Lawa Ratu Pasek tidak hanya boleh disembahyangi oleh warga Pasek saja tetapi juga oleh umat sedharma sebagai tempat penghormatan terhadap jasa Guru Suci dan sebagai salah satu pura pakideh/Catur Lawa di Pura Besakih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s